KEGIATAN KELAS WORKSHOP 1
Sunday, November 24, 2024
Wednesday, September 18, 2024
Refleksiku tentang Pendidikan Inklusif
Bapak Ibu Guru, terimakasih sudah berbagi waktu untuk menyampaikan topik tentang Pendidikan Inklusif. Kini saatnya saya mencoba merefleksikan tentang apa yang sudah saya dapatkan dari Modul 3, berikut refleksinya:
Keberagaman peserta didik anak berkebutuhan khusus merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan pelajaran yang inklusif. setiap peserta didik memiliki keunikan dan tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang personal dan adaptif sangat diperlukan. Untuk mengenali dan menghargai perbedaan ini, guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Melalui keberagaman ini, guru dapat memfasilitasi pertumbuhan dan pencapaian akademik yang optimal bagi setiap peserta didik, tanpa memandang keterbatasan yang mereka miliki.
Pendidikan inklusif akan berjalan dengan baik dengan adanya
peran pemerintah, masyarakat, orangtua, dan satuan pendidikan. Semuanya dapat
terus bersinergi mensukseskan peserta didik berkebutuhan khusus untuk
berkembang demi keselamatannya dan demi kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Terimakasih
Salam Guru Hebat dan Bahagia
"Maksud Pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada
anak-anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia
maupun sebagai anggota masyarakat"
Ki Hajar Dewantara
Tuesday, September 17, 2024
Akomodasi Yang Layak Dalam Pembelajaran
Akomodasi Yang Layak Dalam Pembelajaran sesuai dengan Keberagaman Peserta Didik
|
Aksesibilitas Ruang Belajar |
Fleksibilitas Proses Pembelajaran |
Fleksibilitas Bentuk Materi Pembelajaran |
Fleksibilitas Waktu dan Evaluasi Pembelajaran |
|
Ruang belajar yang nyaman tentu dapat membantu
peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran sehingga hal ini juga dapat
membantu peserta didik belajar secara sadar untuk memahami materi yang
diberikan |
1. Ragam Gaya Belajar 2. Diferensiasi Instruksional 3. Penggunaan Teknologi Inklusif 4. Pembelajaran Kolaboratif 5. Adaptasi pada Kebutuhan Khusus 6. Evaluasi yang Beragam 7. Desain Ruang Belajar yang Inklusif |
1. Media pembelajaran 2. Format materi 3. Interaktivitas 4. Modul pembelajaran 5. Keragaman sumber belajar 6. Pilihan bahasa 7. Aksesibilitas 8. Penyesuaian tingkat kesulitan 9. Peta konsep dan grafik 10. Forum diskusi dan kolaborasi 11. Panduan tahapan pembelajaran 12. Penilaian yang beragam 13. Adaptasi untuk kebutuhan khusus |
1. Fleksibilitas waktu Durasi Pelajaran meliputi: -
Jadwal
pembelajaran -
Pembelajaran
mandiri -
Perencanaan
belajar berdiferensiasi -
Konseling dan
dukungan 2. Fleksibilitas Evaluasi - Metode
penilaian beragam - Pilihan
tugas - Penilaian
formatif - Penyesuaian
tingkat kesulitan - Perencanaan
evaluasi individual - Evaluasi
kolaboratif - Waktu
tambahan pada evaluasi - Penyesuaian
format ujian |
Keragaman Peserta Didik di: Kelas 11 - SR (SARWANTO)
Pemetaan
Kondisi Keragaman Peserta Didik di Kelas
|
No |
Jenis
Keragaman Peserta Didik |
Akomodasi
yang Layak sesuai kebutuhan Peserta Didik |
Alasan
menentukan akomodasi
tersebut |
|
1 |
Kebutuhan
Khusus Permanen -
Autis -
Downsyndrome -
Kesulitan Belajar |
-
Fleksibilitas proses belajar -
Fleksibilitas bentuk materi pembelajaran -
Fleksibilitas waktu dan pembelajaran |
-
lebih menyesuaikan metode proses pembelajaran, media pembelajaran, waktu,
dan evaluasi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individu peserta didik. -
Memahami perbedaan gaya belajar, kemampuan, dan kebutuhan khusus
peserta didik -
Menekankan differensiasi pengajaran -
Evaluasi dapat diukur melalui peningkatan peserta didik, serta respon
positif dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran |
Dari pemetaan yang telah saya buat, apakah akomodasi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik?
Masukan dikolom komentar ya,,, Bapak Ibu Guru,,,
Monday, September 16, 2024
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL KESADARAN PENUH
Friday, September 13, 2024
Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) Pembelajaran Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas
2.5 Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) Pembelajaran Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas
Sampai di tahapan ini, kami yakin Bapak/Ibu telah memahami bahwa pembelajaran sosial dan emosional di dalam kelas menempati peran yang semakin krusial dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan membentuk individu yang seimbang secara emosional. Namun, mungkin banyak dari Bapak/Ibu yang masih bertanya atau mencari kejelasan tentang praktiknya, "Jadi, seperti apa Pembelajaran Sosial Emosional itu terlihat?" dan "Bagaimana kita bisa mulai melakukan Pembelajaran Sosial Emosional sekarang?"
Tiga praktik baik PSE di bawah ini adalah salah satu alat untuk mengembangkan lingkungan yang mendukung dan mempromosikan pembelajaran sosial emosional. Praktik ini secara sengaja dan eksplisit membantu membangun kebiasaan dimana peserta didik dan pendidik dapat meningkatkan keterampilan sosial emosional mereka. Meskipun bukan merupakan kurikulum, praktik-praktik ini adalah salah satu contoh nyata cara untuk membantu komunitas memahami dan mempraktikkan tujuan dari rencana penerapan pembelajaran sosial emosional yang sistemik secara keseluruhan.
Tiga Praktik Khas (3 Signature Practices) dalam pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut
Pertama, melakukan pembukaan hangat dan inklusif, di mana setiap sesi pembelajaran atau kegiatan di kelas (termasuk juga dalam sesi-sesi pelatihan atau pengalaman belajar profesional untuk guru) sebaiknya dibuka dengan kegiatan selamat datang yang bersifat inklusif, dengan kegiatan rutin atau ritual yang membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Pembukaan hangat dan inklusif ini dapat dilakukan misalnya dengan memberikan sapaan hangat, menyapa setiap orang dengan nama mereka, menanyakan perasaan mereka saat itu dan meminta peserta didik menjelaskan alasannya, dsb.
Melakukan pembukaan yang hangat dan inklusif akan membantu membangun komunitas, perasaan diterima dan didengar, membawa suara setiap peserta ke dalam ruangan, membuat koneksi satu sama lain dan/atau dengan pelajaran yang akan dipelajari. Semakin kita merasa dapat berbagi diri sepenuhnya dan diterima serta dipahami sepenuhnya oleh orang lain, semakin kuat dan aman lingkungan belajar kita.
Kedua, melakukan kegiatan pembelajaran yang menantang dan melibatkan, ini dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan mengaktifkan pemikiran dan proses belajar. Kegiatan yang menantang dan melibatkan ini juga mencakup kegiatan yang dapat membangun keseimbangan antara pengalaman interaktif dan reflektif, untuk memenuhi kebutuhan semua peserta. Contoh kegiatan yang melibatkan misalnya:
1. Melakukan aktivitas "Think, Ink, Pair, Share" yang melibatkan refleksi, menulis, diskusi berpasangan, dan berbagi secara kelompok.
2. Menggunakan strategi Jigsaw saat membaca. Strategi ini melibatkan belajar secara individual dan kolektif sekaligus.
3. dsb.
Ketiga, praktik penutupan yang optimistik, di mana setiap pengalaman pembelajaran diakhiri dengan cara yang 'disengaja dan direncanakan'. Penutupan yang optimis tidak selalu merupakan "akhir yang ceria," tetapi lebih menyoroti pemahaman individu dan pemahaman bersama tentang pentingnya apa yang telah dipelajari, sehingga dapat memberikan rasa pencapaian dan mendukung pemikiran ke depan. Contohnya adalah dengan melakukan refleksi tentang hal-hal yang dipelajari hari itu dan apa yang perlu diantisipasi untuk hari berikutnya.
1. Sesuatu yang saya pelajari hari ini...
2. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
3. Saya menantikan hari esok karena...
4. Sesuatu yang masih saya pertanyakan...
5. Sesuatu yang masih menjadi perhatian saya...
Penerapan 3
Praktik Khas (3 Signature Practices) pembelajaran sosial dan emosional
dalam pembelajaran di kelas
1. Melakukan pembukaan hangat dan
inklusif
2. Melakukan kegiatan yang menantang dan
melibatkan
3. Praktik penutup yang optimistik
Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP)
Mata
Pelajaran: Bahasa inggris
Materi : Asking and Giving Permissin “May
I borrow your pen?
Kelas/Semester:
XI Autis / I
Alokasi
Waktu : 2 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan:
1. Memahami dan menggunakan ungkapan untuk meminta izin
(asking for permission) dan memberi izin (giving permission) dalam bahasa
Inggris.
2. Menunjukkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dalam
situasi sehari-hari yang melibatkan permintaan izin.
3. Menuliskan percakapan sederhanan yang melibatkan
ungkapan meminta dan memberi izin.
B. Asesmen Awal
1. Pertanyaan untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang
ungkapan meminta izin dan memberi izin:
-
Apa yang kamu
katankan jika kamu meminta sesuatu dari temanmu dalam bahasa Inggris?
-
Bagaimana cara
kamu memberi izin kepada seseorang dalam bahasa Inggris?
2. Diskusi singkat tentang situasi sehari-hari yang
memerlukan permintaan izin, seperti meminjam buku, meminta izin ke kamar kecil,
dll.
C. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan (10 Menit)
-
Salam dan
pembukaan
-
Guru mengaitkan
materi dengan situasi sehari-hari yang sering dialami siswa.
-
Penyampaian
tujuan pembelajaran.
2. Inti (70 menit)
a. Eksplorasi (20 menit)
-
Guru menjelaskan
ungkapan-ungkapan yang digunakan untuk meminta izin (e.g., “May I borrow your
pen?”, “Can I use your pen?” dan memberi izin (e.g., “Yes, you may.”, “Sure, go
ahead.”).
-
Guru memberikan
contoh percakapan yang melibatkan ungkapan-ungkapan tersebut.
b. Elaborasi (30 menit)
-
Siswa bekerja
dalam kelompok kecil untuk membuat percakapan pendek yang melibatkan ungkapan
meminta dan memberi izin.
c. Konfirmasi (20 menit)
-
Guru memberikan
umpan balik terhadap presentasi siswa.
-
Diskusi kelas
tentang penggunaan ungkapan meminta dan memberi izin dalam kinteks lain,
termasuk situasi formal dan informal.
3. Penutup (10 menit)
-
Guru dan siswa
merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan.
-
Penugasan: Sinwa
diminta untuk menulis dialog pendek yang melibatkan ungkapan meminta dan
memberi izin, yang akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
-
Salam penutup.
D.
Asesmen Formatif
-
Observasi: Guru
mengamati partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok dan
presentasi.
-
Tanya jawab: Guru
memberikan pertanyaan lisan untuk mengukur pemahaman siswa selama pembelajaran.
E.
Asesmen Sumatif
-
Penilaian
tertulis: Siswa diminta menulis dialog pendek yang melibatkan ungkapan meminta
dan memberi izin.
-
Penilaian lisan:
Presentasi kelompok yang menunjukkan penggunaan ungkapan meminta dan memberi
izin dengan tepat.
F.
Sumber dan Media
Pembelajaran
-
Buku teks Bahasa
Inggris kelas XI Autis
-
Kartu kata
ungkapan meminta dan memberi izin
-
Papan tulis dan
spidol
G.
Penutup
Dengan RPP ini diharapkan siswa lebih memahami dan
mengaplikasikan ungkapan meminta dan memberi izin dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga keterampilan berbahasa Inggris mereka semakin maningkat.
Bapak Ibu Guru hebat
Terimakasih sudah membaca tentang 3 Praktik Khas dalam kegiatan pembelajaran dan RPP Bahasa Inggris yang saya buat.
Pada tahap elaborasi ini, saya bertujuan untuk menguatkan pemahaman saya tentang penerapan 3 Praktik Khas dalam pembelajaran, silahkan ketikkan di kolom komentar, untuk memberikan masukan tentang RPP Bahasa Inggris apakah sudah memenuhi kriteria dalam penerapan pembelajaran yang baik di kelas.
Wednesday, September 4, 2024
-
2.5 Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) Pembelajaran Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas Sampai di tahapan ini, k...
-
Bapak Ibu Guru, terimakasih sudah berbagi waktu untuk menyampaikan topik tentang Pendidikan Inklusif. Kini saatnya saya mencoba merefleksika...







