Wednesday, September 18, 2024

Refleksiku tentang Pendidikan Inklusif

Bapak Ibu Guru, terimakasih sudah berbagi waktu untuk menyampaikan topik tentang Pendidikan Inklusif. Kini saatnya saya mencoba merefleksikan tentang apa yang sudah saya dapatkan dari Modul 3, berikut refleksinya:


Keberagaman peserta didik anak berkebutuhan khusus merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan pelajaran yang inklusif.  setiap peserta didik memiliki keunikan dan tantangan yang berbeda,  sehingga pendekatan yang personal dan adaptif sangat diperlukan.  Untuk mengenali dan menghargai perbedaan ini,  guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.  Melalui keberagaman ini,  guru dapat memfasilitasi pertumbuhan dan pencapaian akademik yang optimal bagi setiap peserta didik,  tanpa memandang keterbatasan yang mereka miliki.


Pendidikan inklusif akan berjalan dengan baik dengan adanya peran pemerintah, masyarakat, orangtua, dan satuan pendidikan. Semuanya dapat terus bersinergi mensukseskan peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkembang demi keselamatannya dan demi kebahagiaan yang setinggi-tingginya.


Terimakasih

Salam Guru Hebat dan Bahagia


"Maksud Pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada 

anak-anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan 

yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia

maupun sebagai anggota masyarakat"


Ki Hajar Dewantara












Tuesday, September 17, 2024

Akomodasi Yang Layak Dalam Pembelajaran

 Akomodasi Yang Layak Dalam Pembelajaran sesuai dengan Keberagaman Peserta Didik

 

Aksesibilitas Ruang Belajar

Fleksibilitas Proses Pembelajaran

Fleksibilitas Bentuk Materi Pembelajaran

Fleksibilitas Waktu dan Evaluasi Pembelajaran

Ruang belajar yang nyaman tentu dapat membantu peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran sehingga hal ini juga dapat membantu peserta didik belajar secara sadar untuk memahami materi yang diberikan

1. Ragam Gaya Belajar

2. Diferensiasi Instruksional

3. Penggunaan Teknologi Inklusif 

4. Pembelajaran Kolaboratif 

5. Adaptasi pada Kebutuhan Khusus

6. Evaluasi yang Beragam

7. Desain Ruang Belajar yang Inklusif 

1. Media pembelajaran

2. Format materi

3. Interaktivitas

4. Modul pembelajaran

5. Keragaman sumber belajar

6. Pilihan bahasa

7.  Aksesibilitas

8. Penyesuaian tingkat kesulitan

9. Peta konsep dan grafik

10. Forum diskusi dan kolaborasi

11. Panduan tahapan pembelajaran

12. Penilaian yang beragam

13. Adaptasi untuk kebutuhan khusus

1. Fleksibilitas waktu

Durasi Pelajaran meliputi:

-         Jadwal pembelajaran

-         Pembelajaran mandiri

-         Perencanaan belajar berdiferensiasi

-         Konseling dan dukungan

2. Fleksibilitas Evaluasi

- Metode penilaian beragam

- Pilihan tugas

- Penilaian formatif

- Penyesuaian tingkat kesulitan

- Perencanaan evaluasi individual

- Evaluasi kolaboratif

- Waktu tambahan pada evaluasi

- Penyesuaian format ujian

Keragaman Peserta Didik di: Kelas 11 - SR (SARWANTO)


Pemetaan Kondisi Keragaman Peserta Didik di Kelas 

No

Jenis Keragaman Peserta Didik

Akomodasi yang Layak sesuai kebutuhan Peserta Didik

 

Alasan menentukan 

akomodasi tersebut

1

Kebutuhan Khusus Permanen

-         Autis

-         Downsyndrome

-         Kesulitan Belajar

-         Fleksibilitas proses belajar

-         Fleksibilitas bentuk materi pembelajaran

-         Fleksibilitas waktu dan pembelajaran

-         lebih menyesuaikan metode proses pembelajaran, media pembelajaran, waktu, dan evaluasi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individu peserta didik.

-         Memahami perbedaan gaya belajar, kemampuan, dan kebutuhan khusus peserta didik

-         Menekankan differensiasi pengajaran

-         Evaluasi dapat diukur melalui peningkatan peserta didik, serta respon positif dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran

Dari pemetaan yang telah saya buat, apakah akomodasi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik?

Masukan dikolom komentar ya,,, Bapak Ibu Guru,,,




Monday, September 16, 2024

PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL KESADARAN PENUH

 


Bapak Guru Hebat, terimakasih sudah menyimak video nya

Semoga kita sebagai pendidik terus meningkatkan ketrampilan sosial emosional baik untuk diri sendiri, siswa, orangtua/wali siswa, rekan-rekan guru dan seluruh warga sekolah.

Bagaimana pendapatmu setelah menonton video tersebut?

berikan di kolom komentarnya ya Bapak Guru Hebat

----------




Friday, September 13, 2024

Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) Pembelajaran Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas

 2.5 Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) Pembelajaran Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas

Sampai di tahapan ini, kami yakin Bapak/Ibu telah memahami bahwa pembelajaran sosial dan emosional di dalam kelas menempati peran yang semakin krusial dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan membentuk individu yang seimbang secara emosional. Namun, mungkin banyak dari Bapak/Ibu yang masih bertanya atau mencari kejelasan tentang praktiknya, "Jadi, seperti apa Pembelajaran Sosial Emosional itu terlihat?" dan "Bagaimana kita bisa mulai melakukan Pembelajaran Sosial Emosional sekarang?"

Tiga praktik baik PSE di bawah ini adalah salah satu alat untuk mengembangkan lingkungan yang mendukung dan mempromosikan pembelajaran sosial emosional. Praktik ini secara sengaja dan eksplisit membantu membangun kebiasaan dimana peserta didik dan pendidik dapat meningkatkan keterampilan sosial emosional mereka. Meskipun bukan merupakan kurikulum, praktik-praktik ini adalah salah satu contoh nyata cara untuk membantu komunitas memahami dan mempraktikkan tujuan dari rencana penerapan pembelajaran sosial emosional yang sistemik secara keseluruhan.

Tiga Praktik Khas (3 Signature Practices) dalam pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut

Pertama, melakukan pembukaan hangat dan inklusif, di mana setiap sesi pembelajaran atau kegiatan di kelas (termasuk juga dalam sesi-sesi pelatihan atau pengalaman belajar profesional untuk guru) sebaiknya dibuka dengan kegiatan selamat datang yang bersifat inklusif, dengan kegiatan rutin atau ritual yang membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Pembukaan hangat dan inklusif ini dapat dilakukan misalnya dengan memberikan sapaan hangat, menyapa setiap orang dengan nama mereka, menanyakan perasaan mereka saat itu dan meminta peserta didik menjelaskan alasannya, dsb.

Melakukan pembukaan yang hangat dan inklusif akan membantu membangun komunitas, perasaan diterima dan didengar, membawa suara setiap peserta ke dalam ruangan, membuat koneksi satu sama lain dan/atau dengan pelajaran yang akan dipelajari. Semakin kita merasa dapat berbagi diri sepenuhnya dan diterima serta dipahami sepenuhnya oleh orang lain, semakin kuat dan aman lingkungan belajar kita.

Kedua, melakukan kegiatan pembelajaran yang menantang dan melibatkan, ini dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan mengaktifkan pemikiran dan proses belajar. Kegiatan yang menantang dan melibatkan ini juga mencakup kegiatan yang dapat membangun keseimbangan antara pengalaman interaktif dan reflektif, untuk memenuhi kebutuhan semua peserta. Contoh kegiatan yang melibatkan misalnya:

1. Melakukan aktivitas "Think, Ink, Pair, Share" yang melibatkan refleksi, menulis, diskusi berpasangan, dan berbagi secara kelompok.

2. Menggunakan strategi Jigsaw saat membaca. Strategi ini melibatkan belajar secara individual dan kolektif sekaligus.

3. dsb.


Ketiga, praktik penutupan yang optimistik, di mana setiap pengalaman pembelajaran diakhiri dengan cara yang 'disengaja dan direncanakan'. Penutupan yang optimis tidak selalu merupakan "akhir yang ceria," tetapi lebih menyoroti pemahaman individu dan pemahaman bersama tentang pentingnya apa yang telah dipelajari, sehingga dapat memberikan rasa pencapaian dan mendukung pemikiran ke depan. Contohnya adalah dengan melakukan refleksi tentang hal-hal yang dipelajari hari itu dan apa yang perlu diantisipasi untuk hari berikutnya.

1. Sesuatu yang saya pelajari hari ini...

2. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...

3. Saya menantikan hari esok karena...

4. Sesuatu yang masih saya pertanyakan...

5. Sesuatu yang masih menjadi perhatian saya...


Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) pembelajaran sosial dan emosional dalam pembelajaran di kelas

1.    Melakukan pembukaan hangat dan inklusif

2.    Melakukan kegiatan yang menantang dan melibatkan

3.    Praktik penutup yang optimistik



Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP)

 

Mata Pelajaran: Bahasa inggris

Materi             : Asking and Giving Permissin “May I borrow your pen?

Kelas/Semester: XI Autis / I

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

 

A.      Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan:

1.      Memahami dan menggunakan ungkapan untuk meminta izin (asking for permission) dan memberi izin (giving permission) dalam bahasa Inggris.

2.      Menunjukkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dalam situasi sehari-hari yang melibatkan permintaan izin.

3.      Menuliskan percakapan sederhanan yang melibatkan ungkapan meminta dan memberi izin.

 

B.      Asesmen Awal

1.      Pertanyaan untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang ungkapan meminta izin dan memberi izin:

-          Apa yang kamu katankan jika kamu meminta sesuatu dari temanmu dalam bahasa Inggris?

-          Bagaimana cara kamu memberi izin kepada seseorang dalam bahasa Inggris?

2.      Diskusi singkat tentang situasi sehari-hari yang memerlukan permintaan izin, seperti meminjam buku, meminta izin ke kamar kecil, dll.

 

C.      Kegiatan Pembelajaran

1.      Pendahuluan (10 Menit)

-          Salam dan pembukaan

-          Guru mengaitkan materi dengan situasi sehari-hari yang sering dialami siswa.

-          Penyampaian tujuan pembelajaran.

2.      Inti (70 menit)

a.      Eksplorasi (20 menit)

-          Guru menjelaskan ungkapan-ungkapan yang digunakan untuk meminta izin (e.g., “May I borrow your pen?”, “Can I use your pen?” dan memberi izin (e.g., “Yes, you may.”, “Sure, go ahead.”).

-          Guru memberikan contoh percakapan yang melibatkan ungkapan-ungkapan tersebut.

b.      Elaborasi (30 menit)

-          Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk membuat percakapan pendek yang melibatkan ungkapan meminta dan memberi izin.

c.       Konfirmasi (20 menit)

-          Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi siswa.

-          Diskusi kelas tentang penggunaan ungkapan meminta dan memberi izin dalam kinteks lain, termasuk situasi formal dan informal.

3.      Penutup (10 menit)

-          Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan.

-          Penugasan: Sinwa diminta untuk menulis dialog pendek yang melibatkan ungkapan meminta dan memberi izin, yang akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

-          Salam penutup.

D.     Asesmen Formatif

-          Observasi: Guru mengamati partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok dan presentasi.

-          Tanya jawab: Guru memberikan pertanyaan lisan untuk mengukur pemahaman siswa selama pembelajaran.

E.      Asesmen Sumatif

-          Penilaian tertulis: Siswa diminta menulis dialog pendek yang melibatkan ungkapan meminta dan memberi izin.

-          Penilaian lisan: Presentasi kelompok yang menunjukkan penggunaan ungkapan meminta dan memberi izin dengan tepat.

 

F.       Sumber dan Media Pembelajaran

-          Buku teks Bahasa Inggris kelas XI Autis

-          Kartu kata ungkapan meminta dan memberi izin

-          Papan tulis dan spidol

 

G.     Penutup

Dengan RPP ini diharapkan siswa lebih memahami dan mengaplikasikan ungkapan meminta dan memberi izin dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keterampilan berbahasa Inggris mereka semakin maningkat.



Bapak Ibu Guru hebat

Terimakasih sudah membaca tentang 3 Praktik Khas dalam kegiatan pembelajaran dan RPP Bahasa Inggris yang saya buat.

Pada tahap elaborasi ini, saya bertujuan untuk menguatkan pemahaman saya tentang penerapan 3 Praktik Khas dalam pembelajaran, silahkan ketikkan di kolom komentar, untuk memberikan masukan tentang RPP Bahasa Inggris apakah sudah memenuhi kriteria dalam penerapan pembelajaran yang baik di kelas. 

Mewarnai Hari Guru Nasional