2.5 Penerapan 3 Praktik Khas (3 Signature Practices) Pembelajaran Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas
Sampai di tahapan ini, kami yakin Bapak/Ibu telah memahami bahwa pembelajaran sosial dan emosional di dalam kelas menempati peran yang semakin krusial dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan membentuk individu yang seimbang secara emosional. Namun, mungkin banyak dari Bapak/Ibu yang masih bertanya atau mencari kejelasan tentang praktiknya, "Jadi, seperti apa Pembelajaran Sosial Emosional itu terlihat?" dan "Bagaimana kita bisa mulai melakukan Pembelajaran Sosial Emosional sekarang?"
Tiga praktik baik PSE di bawah ini adalah salah satu alat untuk mengembangkan lingkungan yang mendukung dan mempromosikan pembelajaran sosial emosional. Praktik ini secara sengaja dan eksplisit membantu membangun kebiasaan dimana peserta didik dan pendidik dapat meningkatkan keterampilan sosial emosional mereka. Meskipun bukan merupakan kurikulum, praktik-praktik ini adalah salah satu contoh nyata cara untuk membantu komunitas memahami dan mempraktikkan tujuan dari rencana penerapan pembelajaran sosial emosional yang sistemik secara keseluruhan.
Tiga Praktik Khas (3 Signature Practices) dalam pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut
Pertama, melakukan pembukaan hangat dan inklusif, di mana setiap sesi pembelajaran atau kegiatan di kelas (termasuk juga dalam sesi-sesi pelatihan atau pengalaman belajar profesional untuk guru) sebaiknya dibuka dengan kegiatan selamat datang yang bersifat inklusif, dengan kegiatan rutin atau ritual yang membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Pembukaan hangat dan inklusif ini dapat dilakukan misalnya dengan memberikan sapaan hangat, menyapa setiap orang dengan nama mereka, menanyakan perasaan mereka saat itu dan meminta peserta didik menjelaskan alasannya, dsb.
Melakukan pembukaan yang hangat dan inklusif akan membantu membangun komunitas, perasaan diterima dan didengar, membawa suara setiap peserta ke dalam ruangan, membuat koneksi satu sama lain dan/atau dengan pelajaran yang akan dipelajari. Semakin kita merasa dapat berbagi diri sepenuhnya dan diterima serta dipahami sepenuhnya oleh orang lain, semakin kuat dan aman lingkungan belajar kita.
Kedua, melakukan kegiatan pembelajaran yang menantang dan melibatkan, ini dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan mengaktifkan pemikiran dan proses belajar. Kegiatan yang menantang dan melibatkan ini juga mencakup kegiatan yang dapat membangun keseimbangan antara pengalaman interaktif dan reflektif, untuk memenuhi kebutuhan semua peserta. Contoh kegiatan yang melibatkan misalnya:
1. Melakukan aktivitas "Think, Ink, Pair, Share" yang melibatkan refleksi, menulis, diskusi berpasangan, dan berbagi secara kelompok.
2. Menggunakan strategi Jigsaw saat membaca. Strategi ini melibatkan belajar secara individual dan kolektif sekaligus.
3. dsb.
Ketiga, praktik penutupan yang optimistik, di mana setiap pengalaman pembelajaran diakhiri dengan cara yang 'disengaja dan direncanakan'. Penutupan yang optimis tidak selalu merupakan "akhir yang ceria," tetapi lebih menyoroti pemahaman individu dan pemahaman bersama tentang pentingnya apa yang telah dipelajari, sehingga dapat memberikan rasa pencapaian dan mendukung pemikiran ke depan. Contohnya adalah dengan melakukan refleksi tentang hal-hal yang dipelajari hari itu dan apa yang perlu diantisipasi untuk hari berikutnya.
1. Sesuatu yang saya pelajari hari ini...
2. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
3. Saya menantikan hari esok karena...
4. Sesuatu yang masih saya pertanyakan...
5. Sesuatu yang masih menjadi perhatian saya...
Penerapan 3
Praktik Khas (3 Signature Practices) pembelajaran sosial dan emosional
dalam pembelajaran di kelas
1. Melakukan pembukaan hangat dan
inklusif
2. Melakukan kegiatan yang menantang dan
melibatkan
3. Praktik penutup yang optimistik
Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP)
Mata
Pelajaran: Bahasa inggris
Materi : Asking and Giving Permissin “May
I borrow your pen?
Kelas/Semester:
XI Autis / I
Alokasi
Waktu : 2 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan:
1. Memahami dan menggunakan ungkapan untuk meminta izin
(asking for permission) dan memberi izin (giving permission) dalam bahasa
Inggris.
2. Menunjukkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dalam
situasi sehari-hari yang melibatkan permintaan izin.
3. Menuliskan percakapan sederhanan yang melibatkan
ungkapan meminta dan memberi izin.
B. Asesmen Awal
1. Pertanyaan untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang
ungkapan meminta izin dan memberi izin:
-
Apa yang kamu
katankan jika kamu meminta sesuatu dari temanmu dalam bahasa Inggris?
-
Bagaimana cara
kamu memberi izin kepada seseorang dalam bahasa Inggris?
2. Diskusi singkat tentang situasi sehari-hari yang
memerlukan permintaan izin, seperti meminjam buku, meminta izin ke kamar kecil,
dll.
C. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan (10 Menit)
-
Salam dan
pembukaan
-
Guru mengaitkan
materi dengan situasi sehari-hari yang sering dialami siswa.
-
Penyampaian
tujuan pembelajaran.
2. Inti (70 menit)
a. Eksplorasi (20 menit)
-
Guru menjelaskan
ungkapan-ungkapan yang digunakan untuk meminta izin (e.g., “May I borrow your
pen?”, “Can I use your pen?” dan memberi izin (e.g., “Yes, you may.”, “Sure, go
ahead.”).
-
Guru memberikan
contoh percakapan yang melibatkan ungkapan-ungkapan tersebut.
b. Elaborasi (30 menit)
-
Siswa bekerja
dalam kelompok kecil untuk membuat percakapan pendek yang melibatkan ungkapan
meminta dan memberi izin.
c. Konfirmasi (20 menit)
-
Guru memberikan
umpan balik terhadap presentasi siswa.
-
Diskusi kelas
tentang penggunaan ungkapan meminta dan memberi izin dalam kinteks lain,
termasuk situasi formal dan informal.
3. Penutup (10 menit)
-
Guru dan siswa
merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan.
-
Penugasan: Sinwa
diminta untuk menulis dialog pendek yang melibatkan ungkapan meminta dan
memberi izin, yang akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
-
Salam penutup.
D.
Asesmen Formatif
-
Observasi: Guru
mengamati partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok dan
presentasi.
-
Tanya jawab: Guru
memberikan pertanyaan lisan untuk mengukur pemahaman siswa selama pembelajaran.
E.
Asesmen Sumatif
-
Penilaian
tertulis: Siswa diminta menulis dialog pendek yang melibatkan ungkapan meminta
dan memberi izin.
-
Penilaian lisan:
Presentasi kelompok yang menunjukkan penggunaan ungkapan meminta dan memberi
izin dengan tepat.
F.
Sumber dan Media
Pembelajaran
-
Buku teks Bahasa
Inggris kelas XI Autis
-
Kartu kata
ungkapan meminta dan memberi izin
-
Papan tulis dan
spidol
G.
Penutup
Dengan RPP ini diharapkan siswa lebih memahami dan
mengaplikasikan ungkapan meminta dan memberi izin dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga keterampilan berbahasa Inggris mereka semakin maningkat.
Bapak Ibu Guru hebat
Terimakasih sudah membaca tentang 3 Praktik Khas dalam kegiatan pembelajaran dan RPP Bahasa Inggris yang saya buat.
Pada tahap elaborasi ini, saya bertujuan untuk menguatkan pemahaman saya tentang penerapan 3 Praktik Khas dalam pembelajaran, silahkan ketikkan di kolom komentar, untuk memberikan masukan tentang RPP Bahasa Inggris apakah sudah memenuhi kriteria dalam penerapan pembelajaran yang baik di kelas.